hidup-pilihan-lakon

•Desember 22, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakan akarku dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.”

Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.

Bibit yang kedua bergumam, “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah di sana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku ke atas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku itu pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya?
Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku
dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.”

Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.

Memang selalu aja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita
jalani. Namun, seringkali kita berada dalam sikap pesimis, kengerian, keraguan, dan kebimbangan- kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita sering terbuai dengan alasan-alasan untuk tak
mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka pilihlah dengan bijak.

… penyesalan …

•Desember 16, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

dalam hidup, tidak mungkin seseorang tidak pernah mengalami rasa menyesal… mulai dari penyesalan 1 jam, penyesalan 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, 1 tahun dan ‘seumur hidup” (ha ha ha… semoga tidak)

dalam kacamata iman, penyesalan adalah buah dari pertobatan…, mengapa menyesal???

SEBELUM KITA MENGELUH………..

•Desember 7, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta di jalanan.

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk di dalam hidupnya.

Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah untuk diberikan teman hidup.

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.

Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda.

Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

BAPA SERANI …

•Desember 6, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

4/12/09 pagi-pagi

semuanya sudah buat persiapan buat babtisan anak-anak …

diawali dengan misa ekaristi pukul 09.00 sampai dengan selesai kira-kira pukul 10,28…

kemudian dilanjutkan dengan persiapan pembabtisan tepat pukul 11.00…

ada kebanggaan… sebab aku dipercaya jadi bapa seraninya CONSTANTIUS RAFELE KWAN NIETO ( wewel)

ha ha ha…

UNTUK BRAM

•Desember 2, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Panji-panji putih-putih

Berkibar setengah tiang

Burung-burung merpati

menebarkan melati

Lampu suci dinyalakan dalang tua berdoa…

Wayang kayon diletakkan,

Lakon mulai dimainkan

Rahasia dibeberkan peristiwa dijelaskan

Bayangan dihidupi,

Cermin hati dibagi…

Oh alam semesta

Menerima perlakuan sia-sia,

Diracun jalan nafasnya

Diperkosa kesuburannya

Oh rakyat bernilai

menerima penderitaan curang

Digusur jalan hidupnya

Digoda kemakmurannya …

Oh  lakon selesai…

Penonton pulang ke rumahnya

Membawa hati yang bertanya, tanya, tanya

Siapa tadi yang menjadi korban?

Dijawab tanya

tanya

tanya

pertanyaan abadi

ditanyakan lagi

ditanyakan

ditanyakan

ditanyakan

ditanyakan …

Pertanyaan abadi

Ditanyakan lagi,

Ditanyakan

ditanyakan

ditanyakan …

(iwan fals, cikal 1999)

Hello world!

•November 30, 2009 • 1 Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.